KENGERIAN UNIT 731, EKSPERIMEN SADIS JEPANG
Unit 731 - Eksperimen Biologi Berbahaya Milik Jepang
Kamp Konsentrasi di Auschwitz, Polandia pada era kejayaan sang diktator legendaris, Adolf Hitler mungkin adalah salah satu sejarah kelam dunia lewat eksperimen - eksperimen yang telah membuang jauh Hak Asasi Manusia.
Zaman Perang dunia kedua memang banyak menuliskan catatan menyakitkan dimana ribuan nyawa harus hilang pada saat itu oleh karna penelitian mengerikan yang dilakukan oleh Hitler dan kolega.
Namun, tahukah kalian bahwa bukan hanya Jerman yang memiliki kamp berbahaya seperti itu? Baiklah semua, perkenalkan kamp eksperimen berbahaya lainnya yang berasal dari negeri Sakura, Jepang, yang dikenal dengan UNIT 731.
Rentang tahun 1937 hingga tahun 1945 unit ini eksis dalam semua kegiatannya. Unit ini diciptakan dengan tujuan konversi Senjata kimia dan Biologi dan juga pengembangan tentara kekaisaran Jepang pada saat itu.
Seperti pada kamp konsentrasi milik tentara NAZI yang memiliki aktor pendukung utama yang dijuluki malaikat kematian "Josef Mengele", Unit 731 juga memiliki pemerannya sendiri yang juga tidak kalah mengerikan dari sang dokter Jerman tadi. Dialah bapak perang senjata Biologi dari Jepang.
Ishii Shiro, Pemimpin Unit 731
1932, Sang dokter mendirikan sebuah kelompok riset rahasia yang kala itu disebut unit Togo setelah sebelumnya sang dokter diangkat menjadi kepala medis angkatan darat Jepang yang kemudian ditempatkan dikomando angkatan darat Epidemic Prevention Research Laboratory (Laboratorium penelitian Pencegahan Epidemi / Wabah).
Sempat ditutup dua tahun setelah berdiri karna alasan lolosnya 12 tawanan perang dari fasilitas tersebut dan juga penyerangan pasukan gerilya Cina terhadap pasukan dari Ishii, Unit Togo kembali dibuka dengan nama baru yaitu Epidemic Prevention and Water Purification Department of the Kwantung Army (Departemen Pencegahan Epidemik dan Purifikasi Air Angkatan Darat Kwantung) yang lebih dikenal dengan nama Unit 731 pada tahun 1940 - 1941.
Eksperimen Manusia dan Biological Warfare
Seperti halnya Josef Mengele, Shiro Ishii juga memiliki hobi dan kemampuan dalam hal mengutak - atik tubuh manusia dan senjata biologi dalam keperluan penelitian. Tidak kalah juga dengan apa yang terjadi di Austria, didalam kamp Unit 731, hal - hal seperti pembedahan mahluk hidup (Vivisection) tanpa anestesi (penahan rasa sakit) dianggap sebagai hal yang biasa.
Para ilmuwan sering melakukan operasi invasif pada tahanan, mengambil salah satu organ untuk mempelajari efek penyakit dari tubuh manusia. Celakanya hal ini dilakukan sementara sang korban masih dalam keadaan hidup karna para ilmuwan khawatir dengan proses dekomposisi yang akan mempengaruhi hasil.
Pria, Wanita, anak - anak / bayi dan bahkan tidak jarang wanita hamil juga ikut dalam list penelitian mereka. Dalam eksperimen mereka, janin (Fetus) para wanita hamil seringkali diambil untuk diteliti, para narapidana lainnya seringkali kehilangan kaki mereka yang diamputasi untuk mempelajari tentang kehilangan darah. Banyak juga dari para tahanan yang kehilangan sebagian besar isi perut mereka dalam Vivisection mengerikan yang dilakukan Unit tersebut.
Bukan hanya sampai disitu, penyiksaan yang berkedok penelitian tersebut juga ada yang dalam bentuk "percobaan senjata". Dalam aktivitas ini, para tahanan biasanya menjadi tameng hidup kemudian diledakkan dengan granat atau dibakar menggunakan Flame-Thrower. Biasanya mereka diikat kemudian disiksa dengan berbagai senjata baru yang mereka ciptakan tersebut.
Eksperimen manusia berikutnya juga tidak kalah mengerikan dari sebelumnya. Kali ini para ilmuwan mencoba untuk mengetes seberapa kuat dari efek virus - virus penyakit pada saat itu. Bagaimana caranya?
Yeah, sudah tidak perlu ditebak lagi, cara mereka menguji efek dari virus - virus penyakit adalah dengan menyuntikan virus penyakit tersebut kedalam tubuh para narapidana.
Para narapidana perempuan dan laki - laki (sengaja) ditularkan Shypilis dan Gonorrhea (sejenis penyakit kelamin) untuk kepentingan penelitian. Para korban - korban tersebut juga seringkali diisolasi bersama - sama dengan kutu sehingga mereka bisa mempelajari wabah tersebut.
Wabah kolera dan anthrax yang juga menjadi salah satu eksperimen mereka, konon telah memakan 400.000 jiwa warga Cina (yang menjadi negara jajahan mereka pada saat itu).
Unit 731 diketahui juga memiliki 8 divisi dengan masing - masing fungsinya ;
Divisi 1 : Penelitian Bubonic Plaque (Penyakit Pes), Kolera, Anthrax, Tipus dan Tuberculosis menggunakan manusia hidup sebagai pengujiannya. Untuk divisi ini, dibangun sebuah penjara yang mampu menampung 300 - 400 orang tahanan.
Divisi 2 : Penelitian senjata Biologi (khususnya produksi perangkat untuk menyebarkan kuman dan parasit)
Divisi 3 : Produksi kerang yang memiliki agen Biologi. Divisi ini ditempatkan di Harbin, Manchurian Selatan, China.
Divisi 4 : Produksi agen lainnya.
Divisi 5 : Pelatihan Personil.
Divisi 6 - 8 : Peralatan, Unit Medis dan Administrasi.
Akhir Perang Dunia kedua dan Dibubarkannya Unit 731
Penelitian dan operasi terus dilakukan para ilmuwan dibawah komando Dr. Ishii. Pada Mei 1944 semenjak dimulainya konflik Pasifik, sebenarnya Shiro Ishii sangat ingin untuk mulai menggunakan senjata Biologis ciptaan Unit 731 untuk menghadapi para tentara sekutu.
Namun niatnya tersebut selalu berhasil digagalkan oleh intervensi tentara sekutu dan perencanaan yang buruk dari pihak internal sendiri.
Invasi Rusia terhadap Manchukuo dan Mengjiang pada Agustus, 1945, memaksa para pekerja menghentikan aktivitas mereka di Unit 731 dan memaksa para ilmuwan beserta keluarganya kembali ke Jepang.
Sang Letnan Jendral memerintahkan seluruh anak buahnya untuk "Membawa rahasia hingga ke liang kubur." kemudian menyuruh mereka meminum Potassium Cyanide apabila mereka berhasil ditangkap oleh tentara sekutu.
Pada tahun 1945 juga akhirnya kekaisaran Jepang berhasil dilumpuhkan oleh tentara Aliansi. Douglas MacArthur yang menjadi panglima tertinggi pasukan sekutu membangun kembali negara Jepang selama pendudukan sekutu.
Secara rahasia MacArthur memberikan imunitas terhadap Ilmuwan - ilmuwan Unit 731 dalam mendapatkan tekhnologi / penemuan mereka semasa penelitian senjata Biologi yang mereka lakukan di Unit 731 tersebut.
Hingga sekarang rahasia mengenai penelitian mereka masih menjadi tanda tanya, apakah benar - benar dibawah hingga keliang kubur seperti harapan Shiro Ishii ataukah berhasil tersimpan rapat kedalam berkas - berkas rahasia Negara sekutu yang pada saat itu menampilkan Amerika Serikat sebagai leadernya.
Sumber: http://wisbenbae.blogspot.com/2012/02/unit-731-jepang-yang-mengerikan-dan.html?m=0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar